Oleh : Fajar Nur Rizki
Di bawah sinar bulan yang lembut membias,
Langit malam menjadi saksi ikhlas,
Santri kecil bersujud dalam sujud yang tulus,
Membisikkan doa-doa penuh harap yang lurus.
Pagi datang membawa semangat baru,
Langkah kaki ke surau menyusuri waktu,
Kitab-kitab tua menjadi kawan setia,
Mengurai hikmah, membangun jiwa mulia.
Pesantren bukan sekadar bangunan kokoh,
Namun ladang ilmu, iman, dan akhlak utuh,
Di sana adab lebih tinggi dari kata,
Mengajarkan hormat pada sesama dan Sang Maha.
Lelah tak terasa di tengah perjalanan,
Ketika niat tulus menjadi pegangan,
Tidur beralaskan doa, makan berselimut syukur,
Hidup sederhana, namun jiwa tak pernah hancur.
Dari suara azan hingga zikir malam,
Setiap detik menjadi ibadah yang dalam,
Mencetak generasi pembawa terang,
Di tengah dunia yang sering hilang arah dan bimbang.
Di pesantren, mimpi menjadi nyata,
Menghafal Kalam-Nya dengan cinta yang ada,
Di balik tembok itu lahir pemimpin umat,
Yang siap melangkah di jalan penuh hikmat.
Pesantren adalah sekolah kehidupan,
Tempat iman dan ilmu saling berpadu dalam keindahan,
Dan mereka yang pernah menapaknya dengan tekun,
Pulang membawa cahaya untuk dunia yang lebih runut.
