YOGYAKARTA — Kegiatan Pesantren Kilat Ramadan 1447 H yang berlangsung selama bulan Ramadhan resmi ditutup pada Jumat (13/3/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama antara Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bersama Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta yang menyasar sekitar 50 warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas setempat.
Kegiatan bertajuk “Ramadhan Mengabdi” tersebut melibatkan sekitar 25 mahasiswa CSSMoRA dan mahasiswa IKS UIN Sunan Kalijaga yang berperan sebagai relawan sekaligus tutor. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa CSSMoRA tidak hanya hadir sebagai pendamping, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pengajaran dan pembinaan spiritual bagi warga binaan.
Koordinator Divisi Pengembangan Pesantren dan Pengabdian Masyarakat (P3M) CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga, Anugrah Choirul Ulil Amri, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk konkret pengabdian mahasiswa. “Kehadiran kami sebagai relawan sekaligus tutor sebenarnya berperan dalam aspek edukasi maupun pembinaan. Namun tidak hanya itu, keterlibatan mahasiswa CSSMoRA di sana juga menjadi ruang pembelajaran bagi kami untuk lebih peka, adaptif, dan berkontribusi langsung kepada masyarakat.,” ujarnya.
Amri juga menekankan pentingnya menghilangkan stigma terhadap warga binaan. Menurutnya, setiap individu memiliki keinginan untuk belajar dan berubah, meskipun sering kali terhalang oleh rasa tidak percaya diri. Karena itu, kehadiran mahasiswa diharapkan dapat membuka ruang pembelajaran yang inklusif dan humanis.
Acara penutupan diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan penyampaian testimoni dari mahasiswa pengajar dan warga binaan. Sejumlah mahasiswa mengungkapkan bahwa interaksi dengan warga binaan memberikan pelajaran tentang empati serta pentingnya pembinaan spiritual dalam proses perubahan diri.
Salah satu warga binaan peserta pesantren kilat juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut membantunya kembali mengenal dan mempraktikkan nilai-nilai agama. Ia berharap program serupa dapat terus dilaksanakan karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta, Gumilar Budirahayu, mengapresiasi keterlibatan UIN Sunan Kalijaga dan para mahasiswa dalam mendukung pembinaan keagamaan. “Kegiatan pesantren kilat ini menjadi bagian penting dalam memperkuat nilai-nilai spiritual warga binaan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi IKS, bapak Muhammad Izzul Haq menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pemasyarakatan sebagai wujud nilai tolong-menolong dalam kebaikan. Menurut dia, pembinaan spiritual membutuhkan dukungan bersama dari berbagai pihak, termasuk mahasiswa.
Apresiasi juga disampaikan oleh perwakilan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Ganang, yang menilai kegiatan ini sebagai bagian dari upaya pembinaan keagamaan yang konstruktif.
“Kegiatan pesantren kilat ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan di lapas, khususnya dalam memperkuat nilai-nilai spiritual dan keagamaan bagi warga binaan,” ujarnya.
Reporter: Nabil Rifqi Nidhomi
