Modernitas yang melingkupi hidup manusia pada zaman sekarang ini banyak
mempengaruhi lini-lini kehidupan manusia yang sangat kompleks untuk memenuhi
kebutuhan mereka dengan berbagai usaha yang sangat variatif, kegiatan manusia yang
sebelumnya tidak mengenal namanya teknologi dianggap sebagai hal yang sangat
tertinggal dan primitif karena menyita waktu dan energi yang dapat digunakan dalam
kegiatan lain yang bisa menyenangkan hasrat mereka secara pribadi, hal yang
demikian adalah hal sangat menyebalkan bagi kaum modern yang selalu disuguhi
oleh kemudahan dalam hidupnya, untuk bertemu dengan orang lain waktu dan tempat
sekarang bukan penghalang untuk merealisasikan hal tersebut, tidak perlu unta untuk
pergi ke gurun yang panas dan gersang, menyelam menyebrangi pulau dan lautan
yang terbentang dan mendaki gunung yang tinggi menjulang.
Kini sebuah pertemuan sekarang ada dalam genggaman tiap orang hanya
melalui jari-jari yang menari di atas layar kaca sebuah pertemuan dalam rangka
menghilangkan kerinduan sudah dapat di atasi, dengan adanya teknologi juga
menjadikan sebuah jarak hanya dianggap hanya sebuah nomor-nomor yang
membatasi sebuah tempat tertentu.
Namun apa dampak teknologi bagi kaum sarungan yaitu santri?
Secara visualis, dapat kita asumsikan santri adalah orang yang memakai setelan
kopiah atau peci yang dipadukan dengan baju koko yang setara dengan kemeja dan
dibalut dengan sarung yang menjadi ciri khas utama santri. Namun sejatinya santri tak
hanya dapat dilihat secara visual, santri sendiri eksis sebagai seorang yang
mempelajari ilmu keagamaan di pondok pesantren ataupun lembaga yang
mengajarkan tentang ajaran agama Islam dan secara mendalam melalui pembahasan
dalam kitab-kitab klasik dengan metode sorogan, bandongan yang diperuntukkan
bagi kalangan yang berbeda dan memiliki ciri khasnya masing-masing.
Dengan adanya teknologi, kaum sarungan ini pun ikut menghanyut dalam
modernitas yang secara perlahan mengubah aspek-aspek yang sudah lama
berkembang dalam adat istiadat dunia pesantren, ada beberapa dampak terhadap kaum
santri yang datang dari teknologi, yaitu ;
- Mengurangi nilai sakral sebuah kegiatan dalam pesantren
Secara tidak langsung, paparan teknologi terhadap santri bisa membuat
santri menganggap ajaran yang ia lakukan adalah hal yang tidak penting,
atau dalam contoh lain dapat mengurangi etika dalam pelaksanaannya
seperti bermain gawai ketika berlangsungnya pengajian atau ceramah . - Pengurangan interaksi sosial dalam pesantren
Kehidupan dalam pesantren yang menjunjung nilai keharmonisan dan
keagamaan dapat dipudarkan dengan adanya teknologi yang membuat
santri berfokus pada kehidupan per individu. - Mengurangnya sifat empati dari seorang santri
Jika seseorang sudah terfokus dengan kehidupannya sendiri, maka sifat
empati yang ada pada dirinya terhadap orang lain akan berkurang
Stigma orang mengenai kaum santri yang dianggap sebagai kaum yang
tertinggal ada benarnya juga, beberapa fakta mengenai kehidupan santri yang kotor,
kumuh dan gaptek menjadi sebab utama alasan dikatakan sebagai kaum yang
tertinggal, beberapa pesantren juga hanya memiliki fasilitas teknologi yang sangat
terbatas sehingga menyebabkan santri-santrinya tertinggal dan susah untuk
beradaptasi terhadap teknologi dengan murid lain yang sekolah diluar dan memiliki
fasilitas yang memadai dalam teknologi, budaya tertutup terhadap orang yang tidak
memiliki hubungan ke dalam pesantren juga menjadi sebab terbatasnya sumber
pemasukan dalam pesantren.
Di era digital seperti sekarang, kemampuan beradaptasi juga menjadi penting.
Santri perlu memahami teknologi dan informasi untuk dapat bersaing dan
berkontribusi dalam masyarakat. Dengan mengembangkan karakter yang adaptif,
santri diharapkan dapat memanfaatkan peluang yang ada dan tidak terjebak dalam
tradisi yang menghambat kemajuan. Salah satu dampak positif dari penggunaan
teknologi di pesantren adalah akses yang lebih luas terhadap informasi.
Santri kini dapat memanfaatkan internet untuk mengakses berbagai jenis
sumber belajar, baik berupa artikel, video, maupun kursus online. Hal ini membuka
peluang bagi santri untuk memperluas wawasan mereka di luar materi yang diajarkan
di pesantren. Penggunaan teknologi juga dapat membantu santri dalam melakukan
penelitian dan penulisan karya ilmiah.
Bagaimanapun juga santri memiliki peran yang signifikan terhadap pendidikan
yang ada di Indonesia, teknologi yang berkembang dalam modernitas harus dihadapi
santri dengan menggunakannya secara efisien dan cermat sehingga dapat bermanfaat
bagi dirinya dan juga kelompok kaum sarungan itu pada umumnya.
Bukan teknologi yang harus berhenti namun santri harus selalu mengikuti arah
perkembangan teknologi demi keberlangsungan dan kemajuan ilmu pendidikan
umumnya dan ilmu keagamaan khususnya.
Oleh : Khoirun Nazmi
