Secara sederhana organisasi dapat didefinisikan sebagai suatu kumpulan yang
terdiri dari dua orang atau lebih, bekerjasama untuk mencapai tujuan Bersama.
organisasi dapat berupa entitas bisnis, Lembaga social, Lembaga Pendidikan, termasuk
juga badan pemerintahan. Intinya, dalam berorganisasi melibatkan pembagian tugas,
tanggung jawab, kerja sama, untuk menciptakan sistem yang efisien dalam mencapai
tujuan yang telah ditetapkan. Peran organisasi dalam kehidupan tidak kalah penting.
Bagaimana banyak dari organisasi menciptakan orang orang hebat, yang mampu
bersaing dalam dunia pekerjaan. Dalam essay ini saya akan membahas mengenai
proses hingga hasil dari apa yang didapatkan dengan berorganisasi.
Proses pembelajaran dalam organisasi tentunya berbeda dengan pembelajaran di
kelas. Ilmu yang diperoleh tidal hanya teori melainkan juga dengan praktek yang turun
langsung ke lapangan. Organisasi menjadi Pendidikan informal sebagai bentuk
pengembangan diri. Dengan beroraganisasi, seseorang bisa meningkatkan soft skill
yang sangat diperlukan dalam dunia pekerjaan. Seperti kemampuan untuk
memanajemen, berkoordinasi, dan public speaking. Tergantung kepada bagaimana
orang itu bisa mengambil manfaat dari organisasi yang dia ikuti. Manajemen,
komunikasi, public speaking memang bisa dipelajari melalui teori. Namun skill seperti
ini tidak cukup sampai dengan teori saja. Di sini lah peran organisasi muncul
menyediakan wadah untuk melatih skill-skill tersebut.
Pengalaman lanagsung yang diberikan organisasi seperti tanggung jawab untuk
mengelola acara atau kegiatan , itu sebagai bentuk belajar bagaimana memimpin,
menyelesaikan masalah, mengatur waktu dan membuat Keputusan. Memimpin
sebuah tim membutuhkan skill kepemimpinan yang baik. Sebagai seorang pemimpin,
harus bisa mengelola dan memotivasi memotivasi anggota agar kinerja mereka tidak
menurun. Kita bisa mengaplikasikan kepemimpinan ini dalam kehidupan sehari-hari.
Bentuk sederhananya menjadi kepala keluarga, yang berarti memimpin bagaimana
dalam sebuah keluarga bisa hidup rukun dan tenteram.
Manajemen waktu adalah hal yang harus dimiliki masing masing individu. Dengan
manajemen waktu yang baik bisa dipastikan semuanya bisa berjalan dengan lancer.
Dalam berorganisasi biasanya anggota sering dihapi dengan tugas yang diberikan
tenggat waktu. Kadang santai dan kadang medesak. Pengalaman yang demikian dapat
diterapkan dalam dunia pekerjaan untuk menyelesaikan proyek sesuai dengan
deadline.
Kemudian hal yang tak kalah penting yaitu bagaimana cara berkomunikasi yang
efektif. Sebuah quote yang selalu guru saya bilang, “Life is Communication” hidup
adalah tentang bagaimana berkomunikasi. Pada umumnya organisasi secara tidak
langsung mengajarkan tentang berkomunikasi. Komunikasi bisa dalam bentuk apapun
dan siapapun. Bisa formal seperti komunikasi yang dilakukan saat rapat, atau informal
seperti menyampaikan informasi melalui chat grup. Kepada sesama anggota atau
kepada ketua organisasi seperti menyampaikan perkembangan kegiatan. Dalam dunia
pekerjaan juga demikian. Skill berkomunikasi digunakan untuk menyampaikan ide
kepada atasan, atau bermitra dengan Perusahaan tetangga, atau untuk bernegosiasi
yang sangat dibutuhkan oleh marketing. Organisasi juga membuka ruang untuk
berkreasi dan berinovasi. Setiap diadakan acara, anggota dituntut untuk menberikan
ide baru dengan tujuan agar acara yang dibuat tidak monoton dan membosankan.
Penerapannya di dunia kerja untuk menciptakan Solusi yang inovatif, prodok-produk
baru atau bagaiamana strategi dalam bebisnis.
Membuat sebuah acara atau kegiatan tentunya tidak berjalan mulus sesuai dengan
rancangan. Sedikit banyaknya pasti ada kesalahan, entah itu teknis atau lainnya.
Kesalahan ini juga dianggap sebagai proses belajar, sebagai bentuk evaluasi yang akan
membantu memperbaiki kinerja di kemudian hari. Evaluasi mengajarkan anggota cara
menilai keberhasilan suatu kegiatan dan membuat rencana perbaikan untuk kegiatan
selanjutnya.
Organisasi menciptakan kontribusi nyata dalam kehidupan, baik untuk individu,
Masyarakat, Pendidikan, dunia kerja, dan lain sebagainya. Kontribusi untuk
pengembangan individu seperti yang dijaleskan diatas. Konribusi terhadap Masyarakat
bisa dalam bentuk kegiatan bakti sosial atau penggalangan dana untuk musibah.
Kemudian kontribusi organasasi dalam dunia kerja bisa dibilang cukup besar. Karena
kinerja orang yang pernah berorganisasi lebih baik disbanding yang tidak pernah sama
sekali mengikuti organisasi. Budaya kerja yang terbangun dalam organisasi membantu
individu menerapkannya di dunia kerja nyata. Selain itu ada juga kontibusi organisasi
untuk lingkungan hidup. Contonya ada organisasi yang membuat Gerakan menanam
pohon di Kawasan yang mengalami erosi.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa organisasi memiliki pengaruh
yang besar dalam kehidupan. Organisasi menciptakan individu dengan pengalaman
penuh yang kuat bersaing dalam dunia pekerjaan. Tidak dapat dinafikan orang
berorganisasi kadang lebih unggul dibandingkan yang tidak sama sekali. Setidaknya
seseorang harus merasakan bagaimana lika-liku dalam beroraganisasi sebelum terjun
ke dunia nyata. Namun organisasi yang di ikuti juga harus di pilah dengan baik.
Terkadang ada organisasi yang sibuk pada politik tanpa peduli perkembangan
anggotanya. Carilah organisasi yang benar benar akan mendukung untuk
pengembangan diri dan karakter. Agar waktu yang digunakan dalam berorganisasi
tidak terbuang sia sia.
Oleh : Dafitra Efendi
