Pesantren merupakan tempat bagi seorang santri untuk menuntut ilmu yang diajari oleh seorang kyai/Ustadz. Santri sendiri secara etimologi berasal dari bahasa India yaitu Shastri yang berarti bangsawan,prajurit atau kesatria.. Kata santri itu dalam bahasa Indonesia dipengaruhi oleh bahasa sanskerta melalui bahasa jawa kuno. Di dalam bahasa jawa, santri berarti “orang saleh” atau “orang beriman”, yang kemudian santri menjadi sebutan bagi pelajar agama Islam di Indonesia. Sedangkan secara terminologi santri merupakan pelajar maupun siswa yang belajar agama islam di pondok pesantren atau lembaga pendidikan Islam lainnya.
Di dalam pesantren terdapat sistem pembelajaran yang berbeda jika dibandingkan dulu dengan sekarang. Sistem pembelajaran dulu (Tradisional) merupakan teknik pembelajaran di pesantren dengan cara lama/tradisional. Sistem pembelajaran dulu lebih cenderung menggunakan sistem Halaqah. Sedangkan sistem pembelajaran sekarang (Modern) merupakan teknik pembelajaran di pesantren dengan cara yang lebih modern/konvensional, sistem pembelajarannya lebih cenderung menggunakan sistem kelas.
Diantara perbedaan sistem pembelajaran dulu (Tradisional) dengan sekarang (Modern), yaitu:
A. Pesantren Dulu (Tradisional)
- Sorogan : Santri belajar menghadap guru/ustadz secara individual
- Bandongan : Santri belajar dengan kelompok kecil yang menghadap kepada guru
- Mengaji : Santri mempelajari Al-quran dan kitab-kitab klasik.
- Menghafal : Santri menghafal Al-quran dan hadis.
- Diskusi : Santri berdiskusi terkait permasalahan agama dengan guru
B. Pesantren Sekarang (Modern)
- Kurikulum : Kurikulum yang terintegrasi dengan pendidikan formal
- Teknologi : Penggunaan teknologi seperti komputer, internet, dll
- Bahasa : Mempelajari bahasa asing seperti bahasa arab dan inggris
- Ekskul : Kegiatan ekstrakurikuler seperti olahraga dan seni
Dengan adanya pesantren modern di zaman sekarang dapat kita ambil keuntungan yang positif yaitu pembelajaran yang lebih terstruktur dan sistematis dengan bantuan pemerintah. Oleh karena itu pondok pesantren diakui oleh negara dan terakreditasi. Penggunaan teknologi juga meningkatkan efisiensi pembelajaran. Pesantren modern juga membuat para santri agar bisa mengembangkan keterampilan mereka, jadi para santri tidak hanya dituntut untuk paham dan mendalami kitab kuning saja, tapi santri juga bisa mendalami sesuatu yang menjadi minat dan bakat mereka. Dan keuntungan yang terakhir yaitu pondok pesantren yang mendapat pengakuan dan penghargaan dari masyarakat.
Akan tetapi, timbul juga tantangan dari pondok pesantren modern, yaitu: susahnya mengintegrasikan nilai-nilai tradisional pesantren dengan kemodern pesantren, tantangan dalam menghadapi perubahan sosial dan budaya yang terjadi akibat globalisasi, dengan adanya pesantren modern mengakibatkan meningkatnya kualitas dan pesantren itu sendiri, dan dengan adanya pesantren modern muncul masalah karena sulitnya mengatasi kesenjangan antara pendidikan formal dan pesantren itu sendiri.
Di dalam pesantren sendiri terdapat nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, yaitu nilai kemandirian. spiritualitas, moralitas, kesetaraan, perjuangan, dan toleran.
- Mandiri
Di dalam pesantren semuanya kita lakukan dengan mandiri, kita mulai belajar untuk melakukan semuanya dengan mandiri. Dulu nyuci baju dan nyetrika baju dilakukan oleh ibu, namun setelah masuk pesantren semuanya dilakukan secara mandiri. Di pesantren juga menuntut para santri untuk disiplin dan bertanggung jawab atas dirinya sendiri dan orang lain.
- Spiritualitas
Pesantren membantu kita dalam menjaga praktik spiritual seperti shalat lima waktu, mengaji Al-Quran, puasa sunnah, sedekah subuh, dan banyak hal lainnya. Di dalam praktik spiritual tersebut kita dapat mengambil nilai-nilainya, diantaranya yaitu khusyuk, tawadhu, sabar, syukur, dan istiqomah.
- Moralitas
Di dalam pesantren, para santri tidak hanya fokus kepada akademik, melainkan juga mengenai adab/moral para santri. Seperti sikap yang sabar, bijaksana, peduli, dan yang lainnya. Karena adab yang posisinya jauh lebih tinggi daripada ilmu.
- Kesetaraan
Di pesantren sendiri, semua golongan ada di dalamnya. Baik dia orang kaya, orang miskin, anak kyai, anak presiden. Jika mereka masuk ke dalam pesantren, maka identitas mereka hanya satu, yaitu santri. Santri itu merupakan orang yang sederhana, sekaya apapun orang. Maka yang namanya santri harus setara dan harus hidup sederhana.
- Perjuangan
Pesantren mengajarkan kepada kita mengenai apa itu perjuangan. Perjuangan dalam mecari ilmu dan memahami ajaran Islam, berjuang dalam mengembangkan keterampilan dan skill, berjuang dalam berpikir kritis, berjuang dalam mengembangkan kemampuan. Semua santri berjuang di pondok pesantren, termasuk berjuang dalam menahan rasa rindu terhadap keluarga.
- Toleran
Ketika seseorang belajar di pesantren, maka orang tersebut akan lebih toleran dibandingkan yang lainnya. Toleran disini mencakup mengenai perbedaan agama, suku, dan budaya, maupun perbedaan dan keragaman pendapat. Karena di dalam pesantren terdapat santri-santri yang berasal dari latar belakang yang berbeda dengan suku, ras, dan budaya yang berbeda juga. Oleh karena itu santri diajarkan untuk toleransi kepada sesama.
Banyak orang-orang beranggapan bahwa pondok itu ketinggalan zaman dan lain sebagainya, padahal hal itu sangat salah karena banyak pondok-pondok, terkhususnya pondok modern yang lebih paham teknologi daripada anak-anak SMA pada umumnya. Jika ingin anaknya paham mengenai agama, dan fokus terhadap pembelajaran kitab kuning, maka masukkan anaknya ke dalam pondok salaf. Namun, jika ingin anaknya paham agama dan juga ingin anaknya mengikuti zaman dan paham teknologi, pondok modern adalah pilihan yang cocok.
Oleh Surya Dierma Hafizh
