Oleh: Nurul Azkia
Di bawah langit senja yang penuh makna,
Di pondok pesantren ku, teduh dan sederhana.
Pohon-pohon mengayun pelan,
Mengiringi doa yang lirih dilantunkan.
Langit menjadi saksi rindu yang mengalir,
Suara santri berbaur dengan takbir.
Kitab-kitab tua di genggaman erat,
Mengurai hikmah, menuntun umat.
Dini hari, pelita tak pernah padam,
Mata yang berat tetap memancarkan salam.
Dzikir dan doa, tak henti bergema,
Menggapai cahaya Ilahi di langit yang sama.
Di sini, ilmu bukan sekedar kata,
Ia hidup dalam jiwa, merasuk hingga ke dada.
Keringat dan air mata menjadi persembahan,
Demi menggapai sebuah impian.
Cahaya di langit pesantren tak pernah sirna,
Meski gelap menyapa, ia akan tetap menyala.
Menuntun jalan para pencari ridha,
Menjadi lentera di dunia yang sementara.
