Sirah Nabawiyah
Asma’ binti Abu Bakar: Mujahidah Tangguh di Balik Suksesnya Dakwah Nabi
Dalam Sejarah Islam, banyak Perempuan tangguh yang memberikan kontribusi besar terhadap perjuangan Nabi Muhammad Saw. Salah satu dari Perempuan tangguh tersebut ialah Asma’ binti Abu Bakar. Beliau merupakan putri sahabat dekat Nabi Saw, yakni Abu Bakar ash-Shiddiq yang penuh keberanian, kecerdasan, dan keteguhan hati dalam mendukung dakwah Nabi Saw.
Profil singkat Asma’ binti Abu Bakar
Asma’ lahir pada tahun 595 Masehi, beberapa
tahun sebelum hijrah Nabi ke Madinah. Ia merupakan saudari tiri Aisyah, istri Nabi dan Ibu dari Abdullah bin Zubair, seorang pejuang pasca wafatnya Nabi Saw. Asma’ menjadi sosok penting dibalik hijrahnya Nabi Saw dari Makkah ke Madinah. Ia dijuluki Dzatun Nithaqain yaitu Wanita yang memiliki dua ikat pinggang sebab ia telah membantu melancarkan hijrah Nabi Saw dengan berkorban merobek kain pinggangnya menjadi dua untuk mengikat bekal makanan dan air untuk Nabi dan ayahnya selama bersembunyi di Gua Tsur. (wikipedia, n.d.)
Peran Penting Asma’ binti Abu Bakar Saat Peristiwa Hijrah
Asma’ memiliki peran cukup signifikan dalam proses hijrah Nabi Saw. Ia menjadi pemasok bekal makanan dan air untuk Nabi Saw dan Abu Bakar selama bersembunyi dari kejaran kaum Quraisy. Selain itu ia juga menjadi informan yang memberitakan kabar terbaru kepada Nabi Saw dan Abu Bakar. Ia melakukan semua hal tersebut secara diam-diam dan dalam kondisi yang berbahaya serta menempuh jalanan terjal.
Selain itu, Asma’ juga sangat berani dan teguh dalam menjaga rahasia lokasi Nabi Saw. saat hijrah. Ia tetap tenang dan tidak mengungkapkan apapun ketika Abu Jahal menanyakan keberadaan Nabi Saw dan Abu Bakar, bahkan Ketika Abu Jahal bertindak kasar dengan menamparnya. Dengan keberanian dan keteguhannya ini tentunya sangat membantu melancarkan hijrah Nabi Saw. (Purbo, 2024)
Penutup
Perjuangan Asma’ binti Abu Bakar menjadi bukti nyata bahwa kontribusi dalam mendukung dakwah Nabi Saw tidak harus selalu di medan perang. Khususnya pada Perempuan. Ia mengajarkan bahwa menjadi Mujahidah tidak harus dengan mengangkat pedang. Memberikan dukungan moral, berani dan teguh menjaga rahasia, mendidik generasi juga merupakan cara yang dapat dilakukan untuk mendukung dakwah Nabi Saw.
Asma’ binti Abu Bakar merupakan sosok yang patut dikenang dan diteladani oleh generasi Muslim saat ini, khususnya Perempuan. Ia menjadi pahlawan yang bergerak dalam sunyi. Dalam setiap langkahnya, ia menunjukkan bahwa keimanan, keberanian, dan ketenguhan yang kokoh dapat menjadi benteng yang kuat dalam mendukung perjuangan Nabi Saw.
Oleh: Yunita Dwi Apriliana
Referensi:
Purbo, N. (2024, Agustus). Mengenal Sosok Asma
binti Abu Bakar, Perempuan Hebat Penyokong Hijrah Rasulullah. diakses mei
kamis, 2025, dari Liputan 6.com:
https://www.liputan6.com/islami/read/5667815/mengenal-sosok-asma-binti-abu-bakar-perempuan-hebat-penyokong-hijrah-rasulullah?page=3
wikipedia. (n.d.). Asma’ binti Abu Bakar. diakses mei kamis, 2025,
dari https://id.wikipedia.org/wiki/Asma’_binti_Abu_Bakar
