Telaga biruku bergejolak, titik air berjatuhan Senja menerpa, membelai wajahku Rinduku menggebu Kala pertemuan dengan penghuni rumah itu tlah berlalu
Rinduku ini memang curang Selalu bertambah tanpa tahu caranya berkurang Afeksiku, Bisakah kau berhenti sejenak? Memberikan ruang kecil untuk ku tak merindu
Di tempat itu aku tumbuh dan mengayuh Keluarga kecil itu selalu merengkuh Kasih sayangnya penuh Aku menemukan damai dan senja di dalamnya Terukir semua kenangan dalam puisiku
Rumah tak beratap itu, Tak ada dingin di dalamnya Sorotan bagaskara selalu menembus ruang itu Mengirim sekarung kehangatan, yang merengkuh kesendirianku
Nyatanya, ku tak pernah bisa menghindar dari kata rindu itu Kuucapkan, “Terima kasih CSSMoRAku”