Sering kita ketahui, di dunia akademik maupun non-akademik banyak sekali organisasi-organisasi bermunculan. Contohnya sebagaimana di dunia perkuliahan banyak sekali organisasi yang berkembang, baik itu dari lingkup internal maupun eksternal kampus seperti adanya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sebagai wadah dalam mengembangkan bakat untuk para mahasiswa. Selain itu, ada juga organisasi eksternal yang berkembang di lingkungan kampus seperti PMII, HMI dan lain-lain. Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.[1] Organisasi Mahasiswa merupakan wadah bagi mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan potensi diri, pembelajaran, serta pengabdian kepada masyarakat.[2] Organisasi adalah suatu wadah bagi sekumpulan orang yang bercita-cita untuk mencapai tujuan bersama.
Banyak Sekali anak muda di era sekarang yang mulai malas ikut berorganisasi. Padahal organisasi sangat penting bagi anak muda terutama mahasiswa dalam pembentukan sikap demokratis tiap-tiap individu. Banyak pelajaran dalam hidup yang bisa diraih ketika ikut suatu organisasi diantaranya pada hal-hal yang sederhana namun penting seperti bagaimana cara memanajemen waktu dengan baik, kepemimpinan, kerjasama tim, sikap demokrasi, tanggung jawab dan masih banyak lagi.
Di zaman sekarang, siswa tidak hanya diminta untuk berprestasi di bidang akademik, tetapi juga di bidang non-akademik. bahkan jika Anda sudah memiliki gelar sarjana atau alumni dari perguruan tinggi. Pada Februari 2015, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sekitar 400 ribu pemuda Indonesia dengan gelar sarjana masih menganggur. Angka pengangguran mencapai 7,56 juta orang pada bulan Agustus 2015, meningkat 320.000 dari angka 7,24 juta orang pada periode yang sama tahun sebelumnya. Suhariyanto, Deputi Neraca dan Analisis Statistik BPS menyampaikan bahwa sebanyak 6,4% dari total pengangguran tersebut merupakan lulusan universitas.[3]
Kita sebagai seorang pemuda harus ikut dalam berorganisasi. Apapun itu organisasinya, selama membawa manfaat dan tidak membawa dampak buruk bagi lingkungan maka tiada salahnya ikut serta dalam berorganisasi. Bahkan banyak pejabat negara yang dulunya merupakan kader dari organisasi.
Putra (2024) mengatakan ”Beberapa manfaat lain yang bisa diperoleh dalam sebuah organisasi antara lain :
- Tercapainya sebuah tujuan : Organisasi dibentuk dari tujuan-tujuan bersama yang berkaitan, maka pencapaian tujuan yang dilakukan oleh orang banyak atau dalam artian anggota sebuah kelompok lebih berpeluang untuk mencapai tujuan yang lebih maksimal dan efektif.
- Melatih mental bicara di publik : mental berbicara didepan umum tidak setiap orang bisa peroleh dengan mudah, harus dengan pelatihan lama dan berkala. Sebuah organisasi, kelompok belajar, atau kelompok studi ilmiah bagi para mahasiswa adalah sebuah wadah yang tepatuntuk pengembangan public speaking.
- Mudah memecahkan masalah : karena dalam sebuah organisasi permasalahan adalah hal yang sangat sering terjadi, entah karena perbedaan pendapat atau permasalahan dalam segi fiskal sebuah kelompok. Pemecahan dari setiap permasalahan yang ada mengajarkan bagaimana harus bersikap dan menyikapi permasalahan yang ada dalam kehidupan masyarakat yang lebih kompleks dan majemuk.”[4]
Dikutip dari Liputan6.com, beberapa manfaat yang dapat dipertoleh dari aktif berorganisasi:
- Meningkatkan Keterampilan Kepemimpinan.
- Mengembangkan kemampuan berkomunikasi.
- Melatih kerjasama tim.
- Mengasah manajemen waktu.
- Meningkkatkan kreativitas dan inovasi.
- Membangun jaringan profesional.
- Meningkatkan rasa percaya diri.
- Mengembangkan keterampilan manajerial.
- Melatih kemampuan adaptasi.
- Mengembangkan empati dan kepekaan sosial.[5]
Ada banyak manfaat yang diraih ketika berorganisasi, diantaranya adalah:
- Melatih kerjasama tim.
- Meningkatkan jiwa kepemimpinan.
- Meningkatkan jiwa profesionalitas.
- Mengembangkan skill public speaking.
- Membentuk jiwa demokrasi.
- Mengembangkan rasa empati dan kepekaan terhadap sekitar.
- Memperluas jaringan relasi.
Sebagai seorang pemuda Indonesia baik mahasiswa maupun tidak, kita seharusnya bisa turut serta dalam berorganisasi baik itu organisasi keagamaan, organisasi maupun nonformal, organisasi besar maupun kecil. Selama organisasi itu adalah organisasi yang bermanfaat baik terhadap individu maupun masyarakat dan tidak berdampak buruk terhadap lingkungan sekitar maka tidak jadi masalah untuk berkontribusi terhadap organisasi tersebut.
Oleh : Muhammad Hilmi Arsyad
