Museum Sonobudoyo (Murdihastomo et al., 2023), yang terletak di Yogyakarta, Indonesia, merupakan salah satu museum budaya yang memiliki koleksi penting mengenai seni, budaya, dan sejarah Indonesia, khususnya kebudayaan Jawa. Didirikan pada tahun 1935, museum ini bertujuan untuk melestarikan dan memperkenalkan kebudayaan (Azka & Urfianti, 2024) Indonesia kepada masyarakat luas, serta menjadi pusat edukasi mengenai warisan budaya bangsa. Koleksi yang dimiliki oleh museum ini sangat beragam, mulai dari wayang kulit, wayang golek, dan topeng tradisional, hingga alat musik gamelan, pakaian tradisional, serta manuskrip kuno seperti Al-Qur’an dan tafsir yang dihiasi dengan kaligrafi artistik.
Kantor Museum Sonobudoyo Unit II juga berperan penting sebagai pusat penelitian dan pelestarian, menyediakan ruang bagi para akademisi dan peneliti untuk mempelajari kebudayaan Indonesia. Selain itu, museum ini sering mengadakan pameran seni, pertunjukan wayang, tari tradisional, dan workshop yang memperkenalkan seni dan budaya Indonesia kepada pengunjung. Dengan arsitektur yang menggabungkan elemen tradisional Jawa dan gaya kolonial, museum ini tidak hanya menyajikan koleksi yang menarik, tetapi juga menciptakan suasana yang mendalam bagi setiap pengunjung.
Sebagai pusat pelestarian dan edukasi budaya, Kantor Museum Sonobudoyo Unit II menjadi tempat yang sangat penting untuk mempelajari lebih dalam mengenai kekayaan budaya Indonesia.
Sebagai bagian dari tugas mata kuliah yang diberikan oleh dosen, kami mengunjungi museum untuk mempelajari berbagai koleksi bersejarah yang ada di sana. Kunjungan ini dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama bertugas untuk mengambil dua gambar kitab hadis, sementara kelompok kedua mengambil dua gambar kitab tafsir. Pembagian tugas ini bertujuan agar kami dapat lebih fokus dalam mempelajari masing-masing jenis kitab tersebut.
Setiap kelompok melaksanakan tugas dengan hati-hati dan sesuai dengan petunjuk dosen, memastikan gambar yang diambil dapat merepresentasikan koleksi tersebut dengan baik. Kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan tentang warisan budaya, tetapi juga melatih keterampilan dokumentasi yang penting dalam penelitian.
Adapun berikut beberapa hasil dokumentasi serta penjelasan yang kami dapatkan selama melakukan kunjungan:
- Tafsir Al-Qur’an esar (TAFSIR AL QUR’AN SAHA PETIKAN WARNA WARNI)
Penjelasan, naskah ini berisi tiga macam teks yang disalin eh lebih dari 1 tangan. Teks pertama, H.4-27, ialah petikan surat Al-baqarah dari kitab suci Alquran. Teks tokoh di tambah catatan antar alinea berupa terjemahan atau tafsir, kata-kata kedalam bahasa jawa.
Teks kedua, (majemuk),H27-75 berisi catatan tentang fiqh dalam berbagai macam tangan. Catatan ini, ada sebagian dalam bahasa Arab dengan terjemahan dibawah ; ada sebagian lagi yang ditulis dengan bahasa jawa saja; adapun sebgaian berbahasa Arab tanpa terjemahan.
Teks ketiga (juga majemuk), H. 76-90, berisi kutipan hadist nabi dalam bahasa Arab. Naskah ini rupanya pernah menjadi milik pesantren (?) , dan dipakai oleh puluhan orang untuk latihan menulisatau untuk mengutip dari buku-buku penting, sehingga bentuknya sangat rumit dan isinya aneka warna.
Naskah diperoleh panti boedaja dari sasradanukusuma di sampang, Madura pada tahun 1934. Seperti lain-lain naskah dari sumber itu (SB1-18), naskah ini pun kemungkinan disalin di pulau Madura. Dari kondisi naskah merupakan salinan abad 19, atau bahkan sebelumnya, tetapi tidak ada catatan atau informasi lain untuk menitimangsai naskah dengan lebih tepat.
- PB A. 136 65 Bhs Jawa Aks Jawa prosa rol 110 no. 1
Naskah ini berisi ajaran agama islam, yang menitik-beratkan pada ibadah salat yang khidmat/khusuk. Dilengkapi dengan ringkasan yang dibuat pada jaman panti buedaja oleh M. Sinoe Moendisoera, sebanyak 1 halaman, tulis tangan.
Informasi dalam teks tentang penulisan maupun penyalinannya tidak ada. Namun melihat corak penulisannya, ternyata persis gaya skriptorium Kraton Surakarta. Karena kertas yang dipergunakan merupakan produk -si a tahun 1831 (cap kertas bertarikh ), dapat disimpulkan bahwa naskah pun diturun sekitar tahun 1840-an. Tarikh demikian cocok pula untuk untuk paleografi tulisan yang dipakai.
- 15. Serat Fiqih
PB A.307 595 Bhs Jawa/Arab Aks Arab Prosa 108 No. 10
Uraikan fiqih/sareat islam yang disusun dalam bahasa arab, dilenghkapi dengan terjemahan bahasa jawa pesantren dengan huruf gundil. Iinfromasi tentang penyalinan naskah tidak ada, tetapi melihat kertas yang dipergunakan, dapat diperkirakan naskah disalin sekitar kwartal akhir di abad ke-19.
Oleh : Moch Andi Luthfi Al Fandi
