Oleh : Alya Sofi Nurul Chamidiyah
Langit bersinar terang dengan cahayanya
Ku kenakan sarung untuk melangkah padaNya
Sejak merekahnya fajar hingga datang senja
Terlantun doa dan sholawat untuk baginda
Mereka berkata bahwa aku santri
Tertunduk pada atap yang mengikat hati
Tuturan dan aturan
Manjadi rantai dalam ingatan
Kami bukanlah oknum berdasi
Bukan pula pemegang ekonomi negri
Kami hanya seorang pejalan ilahi
Dengan menyandang kitab di setiap hari
bukan hanya menjadi tempat singgah
Namun juga rumah bagi jiwa yang resah
Di sini akhlak ditempa, iman disulam
Menjadi bekal di dunia hingga kealam
Pesantren, lentera dalam gulita
Menyinari jalan bagi pencari cahaya
Dari tanahmu tumbuh generasi mulia
Penjaga agama, pembawa risalah-Nya
Berperang melawan dimensi mimpi
Menjadi penerus bangsa ini
Lalu , Perihal rindu yang tak tentu datangnya
Tanpa aba aba menggerogoti ruang hampa dalam jiwa
Terlintas kenangan indah yang begitu melekat ingatannya
Tak hentinya bertanya kepada waktu yang seakan telah membeku
Di bumi Bagian timur ini, tempat merajut beribu asa dan cita.
Oh, sampai kapan rindu ini menjadi derita ?