Yogyakarta – CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga melalui Departemen Pengembangan Pesantren dan Pengabdian Masyarakat (P3M) kembali menggelar program “Santri Mengabdi Yogyakarta” (SAMAYA). Kegiatan ini berlangsung sebanyak empat kali pertemuan, mulai Februari hingga Mei 2025, bertempat di Panti Asuhan Darun Najah dan Panti Asuhan Al Muthi’in.
SAMAYA merupakan kegiatan berbasis Volunteer dari program kerja tahunan Departeman Pengembangan Pesantren dan Pengabdian Masyarakat (P3M). Terdapat 40 Volunteer dari anggota aktif CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga mengikuti kegiatan SAMAYA ini.
kegiatan SAMAYA sudah terlaksana dua kali sejak tahun lalu. Berbeda dengan konsep SAMAYA pada tahun sebelumnya yang digelar dalam satu kali kegiatan, tahun ini SAMAYA hadir dengan konsep baru, yaitu pengabdian berkelanjutan melalui kegiatan belajar dan bermain bersama anak-anak panti asuhan selama beberapa pertemuan. Setiap pertemuan telah dirancang dengan target dan materi pembelajaran yang jelas.
Meski menghadapi tantangan seperti keterbatasan waktu dan jumlah volunteer, kegiatan SAMAYA tetap berjalan lancar. Para volunteer bekerja ekstra untuk memastikan seluruh agenda berjalan sesuai rencana. Labiqotul Khadziqoh, Kepala Departemen P3M CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga sekaligus penanggung jawab acara, mengapresiasi dedikasi para volunteer. “Alhamdulillah, saya cukup bangga, terutama dengan teman-teman volunteer. Mereka benar-benar meluangkan waktu dan tenaga untuk berbagi ilmu dan keterampilan bersama anak-anak panti. Saya sangat mengapresiasi itu,” ungkapnya.
Ia juga berharap agar SAMAYA ke depan dapat memberikan manfaat yang lebih luas. “Semoga SAMAYA tahun depan bisa membawa manfaat lebih besar untuk masyarakat sekitar. Konsepnya bisa terus diperbaiki dan di-upgrade agar semakin berdampak dan membawa manfaat yang lebih baik untuk masyarakat,” tambah Labiqotul.
Sri Wulandari selaku ketua acara turut menyampaikan pesan dan harapannya, “pesan untuk adik-adik di luar yang telah kami bersamai di panti ini, apapun yang telah kami berikan kepada adik-adik itu menjadi wasilah dan selalu diingat apa yang telah kami salurkan. Untuk pesan kepada teman-teman volunteer, tetaplah berbagi berkah dimanapun itu berada dan tetaplah berinovasi dimanapun itu berada. Jadi, tidak hanya sekedar di dalam rumah CSS, namun, bisa di luar css. Karena dengan kita beradaptasi dan berinovasi itu sangat berdampak meskipun kecil.”ujarnya.
Program SAMAYA juga meninggalkan kesan mendalam bagi para volunteer dan anak-anak panti. Ahmad Jumaidi, salah satu volunteer, mengaku mendapatkan banyak pengalaman positif. “Kami bisa bertemu adik-adik panti, berbagi ilmu, menciptakan kreativitas bersama, dan membangun pola pikir positif. Kehadiran kami di sini semoga memberi gambaran dan inspirasi bagi mereka,” ujarnya.
Vio, salah satu anak panti, juga menyampaikan kesan positif. Ia senang bisa bermain, bercerita, dan berkenalan dengan kakak-kakak CSSMoRA yang berasal dari berbagai daerah. Namun, Vio juga memberikan masukan agar kegiatan ke depan lebih interaktif dan para volunteer dapat lebih membaur dengan anak-anak panti.
Kegiatan SAMAYA membuktikan bahwa semangat pengabdian dan kolaborasi dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, sekaligus menjadi ruang evaluasi untuk terus berbenah dan berinovasi.
