YOGYAKARTA, (08/03)– CSSMORA Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) UIN Sunan Kalijaga menggelar kegiatan Peringatan Nuzulul Quran 1447 H pada Ahad sore di kediaman Kaprodi IKS, Muhammad Izzul Haq, PhD. Kegiatan yang turut dihadiri Sekprodi IKS, Khotibul Umam, ini berlangsung mulai pukul 16.30 hingga 19.30 WIB dandiikuti oleh 40 mahasiswa PBSB yang tergabung di ProdiIKS dari angkatan 2022, 2023 dan 2024.
Acara dibuka oleh MC Mughni (IKS 2024). Agenda utama kegiatan adalah khataman Al-Qur’an 30 juz yang dipimpin oleh M. Bakri (IKS 2022).
Dalam kesempatan tersebut, Kaprodi IKS Muhammad Izzul Haq, PhD selaku shohibul bait menyampaikan sambutan selaku tuan rumah sekaligus tausiyah. Ia menekankan pentingnya mengingat kembali makna Ramadan sebagai bulan turunnya Al-Qur’an.
“Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia (hudan linnas). Al-Qur’an bukan hanya menjadi pedoman bagi umat Islam, tetapi juga membawa nilai-nilai universal bagi kemanusiaan,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa santri Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) yang menempuh studi di bidang kesejahteraan sosial memiliki tanggung jawab untuk mengintegrasikan nilai-nilai Qurani dengan keilmuan pekerjaan sosial. Lebih lanjut, Bapak Izzul Haq menyoroti bahwa momentum turunnya ayat pertama “اقرأ” harus dimaknai sebagai perintah bagi mahasiswa untuk terus belajar dan peka terhadap realitas sosial.
Beliau menegaskan bahwa mahasiswa CSSMoRA memiliki privilege sebagai santri yang memiliki kedekatan khusus dengan Al-Quran. Privilege tersebut harus diwujudkan dalam bentuk implementasi nyata ke dalam body of knowledge, nilai (value), dan keterampilan (skill) pekerjaan sosial. Dengan latar belakang santri, mereka diharapkan memiliki fondasi moral yang lebih kuat dalam menjalankan peran sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
“Sebagai calon pekerja sosial dan bagian dari SDM kesejahteraan sosial Indonesia, santri PBSB perlu menggabungkan nilai, pengetahuan, dan keterampilan pekerjaan sosial dengan nilai-nilai Al-Qur’an, sehingga praktik sosial yang dilakukan memiliki dimensi profesional sekaligus spiritual,” tambahnya.
Setelah tausiyah, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian takjil, sholat Magrib berjamaah, dan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan.
Peringatan Nuzulul Quran ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat spiritualitas miahasiswa sekaligus meneguhkan integrasi antara nilai-nilai keislaman dan praktik kesejahteraan sosial.


Sumber : https://iks.uin-suka.ac.id/id/berita/detail/14952/blog-post.html
Reporter : Azalia Nanda, Nabil Rifqi Nidhomi
Editor : Nabil Rifqi Nidhomi
