Skip to content
cssmora uinsuka

cssmora uinsuka

Primary Menu
  • Beranda
  • Profil
  • SUKA Berita
  • Suka Karya
    • Bulletin
    • Puisi
    • Cerpen
    • Essai
  • Kontak
Follow us

Sebab di Matamu

Tapi..... Oh sial, bayangan itu kembali muncul di pikiranku Berkelebat seperti hantu dan membuat mataku sendu
udaya asaku 18/05/2024
puisi udaya asaku

Apa yang salah dengan diriku
Apa yang salah dengan pandanganku
Mengapa pancaran matamu mengganggu jiwaku
Membuat diriku terdiam dan kaku
Apakah diriku sudah tidak waras
Ataukah mata berbinarmu itu yang membuatku cemas

Ah sudahlah mungkin itu hanya gelisah anganku
Lebih baik aku menikmati elok malam dengan pernak-pernik lintang di atasku
Lebih baik aku memandang langit yang tidak pernah menghakimiku
Tak seperti matamu yang seakan menusuk ke dalam sukmaku
Lagipula dirimu sekarang tak ada di sisiku

Tapi…..
Oh sial, bayangan itu kembali muncul di pikiranku
Berkelebat seperti hantu dan membuat mataku sendu
Mengapa engkau selalu hadir di pikiranku
Membuatku bersenandika menyemai rindu
Ibarat diriku dan dirimu adalah kisah yang termaktub dalam buku

Kunyalakan sebatang rokok dan kuminum secangkir kopiku
Sambil memandang rinai gerimis yang jatuh ke tanah menimbulkan aroma candu
Tiba-tiba diriku terpaku saat melihat langit gelap di atasku
Hitamnya langit persis seperti hitamnya matamu yang sendu
Dahayu matamu membuatku diam disergap rindu

Mungkin lebih baik aku mengalihkan pandanganku
Langit yang dulu ramah sekarang ikut menghakimiku seperti matamu
Oh sial, kenapa engkau pergi dariku
Membuatku tergamang teringat dirimu
Hitam bola matamu membuatku ingin jatuh di pelukanmu
Membebaskanku dari belenggu rindu yang menghantuiku

Ah sudahlah, aku harus berpikir jernih
Lebih baik aku tidur melepaskan rasa letih
Letih pikiranku yang selalu merasa sedih
Saat teringat dirimu yang memohon lirih
Membuat hatiku terasa perih

Kucoba untuk berganti melihat lembayung senja
Yang tidak menghakimiku seperti langit dengan gelapnya
Kurasakan desir anila menerpa tubuhku mengajak bercengkrama dengan swastamita
Sembari menikmati tembakau yang kuhisap dengan khusyuk dan bahagia
Asap tembakau yang pekat membumbung ke langit di atasnya
Membuatku mendongak dan berpikir sejenak ketika aku melihatnya

Oh sial
Saat aku melihat merahnya senja tubuhku seakan kaku
Merahnya senja sama seperti merahnya matamu saat berpisah denganku
Teringat bagaimana isak tangismu menyayat hatiku
Tatapanmu yang menusuk ke dalam relung jiwaku membuat tubuhku kaku

Mengapa engkau selalu hadir di pikiranku
Padahal dirimu sudah tak lagi bersamaku
Bahkan sekarang langit pun kejam kepadaku
Selalu menghakimiku di malam dan sore hariku
Langit tak pernah lelah mengingatkanku
Membuat mataku menangis seperti tangismu padaku

Ah sudahlah, mungkin diriku sudah gila
Lebih baik aku tidur merebahkan tubuh yang hampa
Kusambut hari esok dengan hati yang lega
Arunika pagi menyambut diriku dengan bahagia
Kenangan itu hilang ikhlas dengan sendirinya
Seikhlas malam yang lenyap saat membiarkan matahari memancarkan sinarnya

Tapi….
Sial, sial, sial
Disaat sinar matahari menerpa tubuhku dengan ramah
Ketika pikiranku mulai damai tak ada resah
Tiba tiba matahari berubah menjadi bola matamu
Seakan menjadi hakim atas dosaku padamu

Ah sudahlah, aku tidak tahu harus berbuat apa
Sejenak aku terdiam dan merenung nestapa
Sebab apa tatap matamu selalu muncul tak kenal malu
Membuatku tergetar takut akan masa lalu
Tubuhku seakan runtuh dihantam palu

Mungkin jiwaku dan jiwamu memang terpaut menjadi satu
Ibarat buhul yang terikat erat tak terpisah oleh waktu
Sang maut pun bukan penghalang bagimu untuk menyapaku
Itulah diriku dan dirimu
Sebab hitam di matamu itulah diriku yang lain
Sebab merah di matamu itulah aku menangis

Continue Reading

Previous: SUKSES dilaksanakan! Santri Mengabdi Yogyakarta (SAMAYA): Bukti Nyata Pengamalan Ilmu dan Kontribusi untuk Masyarakat
Next: Matriks Kebutuhan Dasar Abraham Maslow Menurut Kacamata Islam: Sebuah Hubungan Normatif
  • CSSMORA PEDULI : DUKA SUMATERA DUKA KITA SEMUA!
  • Bencana Hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Barat, sampai Sumatera Utara: Menelaah Fakta Empiris dan PR Pemuka Agama Islam
  • Liputan Pelatihan Public Speaking – Rencana Tindak Lanjut (KTPT 2025)
  • Ketika Adab Disalahpahami: Menjawab Kesalahpahaman Media terhadap Kiai dan Dunia Pesantren
  • Musyawarah Kerja CSSMoRA 2025: Kabinet Ananta Tekankan Program Kerja ke Depan Ditentukan Oleh dan Untuk Bersama
  • jurnalistik cssmorauinsuka
  • Beranda
  • Profil
  • SUKA Berita
  • Suka Karya
    • Bulletin
    • Puisi
    • Cerpen
    • Essai
  • Kontak
Copyright © cssmorauinsuka | MoreNews by AF themes.