Sleman— CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bersama CSSMoRA Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Kaderisasi Tingkat Perguruan Tinggi (KTPT) 2026 pada 16–18 Oktober 2026 di Pendopo Dewata, Trumpon, Turi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini menghadirkan lima pemateri dengan bidang pembahasan yang beragam, mulai dari keorganisasian dan Ke-CSSMoRA-an, wawasan kebangsaan, refleksi diri dan kepesantrenan, penelitian, hingga persidangan.
Rangkaian KTPT 2026 dimulai pada Jumat (16/10/2026) dengan keberangkatan peserta menuju lokasi kegiatan. Setelah pengondisian peserta dan pelaksanaan salat Asar, acara dilanjutkan dengan pembukaan, perkenalan untuk membangun suasana keakraban, serta pre-test. Pada malam harinya, peserta mengikuti materi Ke-CSSMoRA-an yang disampaikan oleh Muhammad Bakri, demisioner Ketua Umum CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga.
Materi Ke-CSSMoRA-an menjadi bagian dari rangkaian pengenalan organisasi kepada peserta. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan evaluasi menggunakan Mentimeter. Agenda malam kemudian diisi dengan persiapan pentas seni sebelum peserta beristirahat.
Memasuki Sabtu (17/10/2026), peserta mengikuti sejumlah materi yang berfokus pada pengembangan wawasan dan kapasitas diri. Materi kebangsaan disampaikan oleh M. Izzul Haq, S.Sos., M.Sc., Ph.D., selaku pembina PBSB CSSMoRA UIN Sunan Kalijaga. Materi ini menjadi bagian dari pembekalan peserta mengenai wawasan kebangsaan.
Selanjutnya, Ahmad Fadhulloh Al Husni, S.Psi., menyampaikan materi refleksi diri dan kepesantrenan. Setelah sesi tersebut, peserta mengikuti kegiatan menulis surat untuk diri sendiri yang berlangsung hingga siang hari. Rangkaian ini memberikan ruang bagi peserta untuk melakukan refleksi diri dalam proses kaderisasi.
Pada sore hari, peserta mengikuti materi penelitian yang disampaikan oleh Qurratul A’yun, Ph.D. Materi ini melengkapi rangkaian pembekalan peserta dalam bidang penelitian. Sementara itu, materi persidangan disampaikan oleh Moh. Ali Mustofa, S.Ag., yang dilengkapi dengan simulasi sidang. Melalui sesi tersebut, peserta berkesempatan mengenal mekanisme persidangan yang menjadi salah satu bagian dalam kehidupan organisasi.
Selain pembekalan materi, KTPT 2026 juga memuat kegiatan yang mendorong interaksi dan kebersamaan antarpeserta. Pada Sabtu malam, peserta mengikuti pentas seni yang dilanjutkan dengan kegiatan api unggun. Rangkaian ini menjadi bagian dari agenda kebersamaan di luar sesi materi.
Pada Ahad (18/10/2026), kegiatan diawali dengan salat Subuh dan jalan-jalan pagi. Peserta kemudian mengikuti general review, diskusi kelompok terarah atau focus group discussion (FGD), serta presentasi. Rangkaian KTPT 2026 diakhiri dengan penutupan dan pengukuhan anggota, dilanjutkan dengan check-out serta persiapan kepulangan peserta.
Melalui rangkaian kegiatan selama tiga hari tersebut, KTPT 2026 memadukan pembekalan organisasi, wawasan kebangsaan, refleksi diri, kepesantrenan, penelitian, dan persidangan dengan aktivitas kebersamaan. Beragam materi tersebut menjadi bagian dari proses kaderisasi yang dirancang untuk memberikan bekal pengetahuan dan pengalaman kepada peserta dalam kehidupan organisasi maupun pengembangan diri.
Reporter : Zahra al Faruq
Editor : M. Khoirun Nazmi